Berawal dari kedekatan kau dengannya, itu membuatku sakit. Kau tau, saat kau berbicara dengannya, entah kenapa ada rasanya ruang yang hanya kalian berdua yang mengerti. Sesuatu yang rasanya tidak kumiliki. Aneh rasanya
Aku tau, aku bukanlah orang yang seperti dia. Dia orang yang mudah bergaul, sementara aku, hanya seorang pengecut yang mencoba bersembunyi dari berbagai komunikasi. Aku hanya takut terluka lagi.
Karena itu, kedekatan mu dengannya menjadi hal yang aneh untukku. Jangan jangan karena diriku bukan orang yang ekspresif seperti dirinya, kau berpaling dariku.
Aneh kan ya, pasti aneh
Harusnya, orang sepertiku ini, harus sudah cukup dengan mengenal orang yang baik seperti mu. Bukannya terus berharap lebih
Aneh kan,
Harusnya orang sepertiku ini, dekat dengan orang sepertimu, seharusnya sudah lebih dari cukup
Dan harusnya
Orang sepertiku ini tidak perlu terlalu berharap pada cinta. Harusnya aku tau sejak awal. Harusnya aku tau, memilih seseorang untuk dicintai, harus siap menerima pembayaran yang setimpal. Air mata dan kepedihan
Aku ini, sebenarnya hanya seorang yang pencemburu. Aku ini hanya orang yang selalu menyembunyikan apa yang kurasa, tak peduli apapun itu. Dan kadang itu yang membuatku sesak. Rasanya memberi tau seseorang hanya memperburuk keadaan. Lagian aku tak ingin kehilangan orang yang berarti bagiku hanya karena emosi ku. Aku benci kehilangan
Lagian,
Sejak awal yang ada pada kita adalah komitmen untuk mencoba bersama.
Kau tau,
Alasan ku ingin kau memperjelas status kita, adalah aku ingin bisa memiliki sesuatu untuk mengikat kau dan aku. Agar aku tak merasakan kehilangan lagi. Egois kan?
Lagian,
Entah kenapa aku ingat perkataan teman. Apa bedanya seseorang yang tidak pacaran, tapi merasakan perasaan seperti pacaran pada seorang lawan jenis. Bukankah itu disebut pacaran juga. Lalu bagaimana dengan orang yang berstatus pacaran, tapi tak memiliki rasa? Bukankah itu sama saja tidak pacaran. Perasaan mu yang menentukan segalanya. Jadi, meski kamu tak memiliki status, tapi memiliki rasa yang sama itu sama saja.
Aneh ya kan?
Aku hanya ingin kau bersama denganku, terasa egois saat mengatakannya.
Aneh rasanya
Tapi tak perlu kau pikirkan. Selama kau disisiku, aku takkan apa apa. Aku pasti baik baik saja. Meskipun awalnya tak pernah terpikirkan aku bisa seperti ini. Tapi sekarang, selama kau disisiku apapun alasannya, aku akan baik baik saja. Karna yang terpenting bagiku, adalah tidak kehilangan orang yang berarti lagi bagiku
Katanya, pria hanya manis diawal
Diakhirnya, kita wanita yang harus memperjuangkan. Rasanya aku tak peduli lagi. Aku hanya ingin kau disisiku meski, mungkin aku yang merasakan lukanya
Kau tau,
Kadang, rasanya aku iri dengan teman yang selalu mendapat kabar lebih dulu. Mereka sahabat sahabatku. Ah ya, aku tau aku takkan membandingkan apapun. Jadi tak perlu kau pikirkan. Aku hanya ingin bercerita saja. Maaf ya, jika terdengar egois.
Kau tau,
Kadang, rasanya aku iri dengan teman yang selalu mendapat kabar lebih dulu. Mereka sahabat sahabatku. Ah ya, aku tau aku takkan membandingkan apapun. Jadi tak perlu kau pikirkan. Aku hanya ingin bercerita saja. Maaf ya, jika terdengar egois.
Tapi
Bisakah aku bertanya padamu, masih bisakah aku berada disisimu? Karna kadang terasa sakit. Aku cemburu
Bisakah ku minta
Tolong, meski hanya sesekali, tolong hubungi aku duluan
Tolong, meski hanya sesekali, kumohon aku ingin dengarkan suaramu, aku ingin kau menghubungiku
Aku tau kok, kau punya banyak kegiatan organisasi, kau punya banyak urusan yang penting. Tapi bisakah kau tetap meluangkan waktu untukku, sekali saja kumohon. Walau hanya mengatakan selamat pagi, itu cukup untukku
Karena, bagiku fakta bahwa tubuhku tak cukup kuat untuk ikut organisasi, sama seperti mu. Sementara dia bisa mengikutinya dan mungkin sering bertemu denganmu adalah hal yang menyakitkan
Kau mungkin mengira itu aneh, tapi cinta bisa muncul karna sering bersama kan? Aku hanya takut
Terimakasih ya, untuk selama ini
Aku bersyukur bisa bersamamu
Aku tak tau, apa aku kuat mengirim ini padamu, aku takut, sangat takut
Tapi setidaknya, sekarang aku merasa baikan. Meski kau pernah mengatakan, katakan saja yang membuat hatiku terganggu. Tapi tetap saja, aku takut jika ini akan membuatku kehilangan lagi
Tapi jangan kawatir, aku tidak apa apa sekarang
Aku tak tau, apa aku kuat mengirim ini padamu, aku takut, sangat takut
Tapi setidaknya, sekarang aku merasa baikan. Meski kau pernah mengatakan, katakan saja yang membuat hatiku terganggu. Tapi tetap saja, aku takut jika ini akan membuatku kehilangan lagi
Tapi jangan kawatir, aku tidak apa apa sekarang
Komentar
Posting Komentar