Langsung ke konten utama
Seorang Pemimpi
Salahkah bila akhirnya aku jatuh cinta pada mu?
Salahkah bila akhirnya aku mengharapkan mu?
Salahkah bila akhirnya aku begitu menaruh bahagia ku padamu?

Namun...

Semakin ku berharap rasanya semakin percuma.
Dulu, saat pertama bertemu, aku masih ingat dengan jelas hangatnya wajahmu, hangatnya senyummu pada ku. Aku ingat dengan jelas bagaimana kau menyayangiku. Hingga akhirnya ku benar benar jatuh cinta padamu.

Aku kira kau juga merasakannya.

Tolong jawab aku, apa kau juga merasakan hal yang sama. Tolong beri aku jawaban

Apa kau tau, betapa ku ingin bersamamu. Aku tau, pacaran adalah dosa dalam agama kita. Tapi aku tak dapat memungkiri hatiku. Aku tak dapat berbohong pada diriku sendiri. Aku tak dapat berkilah pada hatiku.

Hari ini,

Kau katakan pada ku hal yang menyakitiku. 

Bukan, bukan keinginanmu untuk menjagaku yang menyakitiku

Tapi...

Malah semua fikiranku yang menyakitiku.

Aku takut, kau hanya berbohong mengatakan bahwa kau suka padaku
Aku takut, kau hanya bercanda bahwa kau ingin bersamaku
Aku takut, kau sedang menyembunyikan sesuatu dari ku

Dan yang paling kutakuti

Kau jatuh cinta pada yang lain

Aneh ya rasanya, kenapa aku yang sudah berjanji tidak akan pernah lagi jatuh cinta ini bisa jatuh cinta padamu

Aneh ya rasanya, kenapa hanya dengan kesederhanaanmu aku dapat jatuh cinta

Padahal, selama ini aku tak pernah jatuh cinta dengan orang yang seperti itu. Aku selalu jatuh cinta dengan orang yang memiliki hobi yang sama dan memiliki waktu luang untukku

Namun

Ternyata kau hebat, bisa mencuri hati ku

Kau buat aku lupa dengan luka lamaku. Kau hapus ingatanku tentang Rafi, orang yang dulu kucintai sepenuh hatiku. Kau buat aku lupa dengan luka perih yang dia beri pada ku

Hingga akhirnya ku anggap kau itu penawar luka ku

Tapi...
Ternyata ku salah ya

Hati ku mulai terluka lagi

Ingin ku menghapus semua tentang mu

Namun, aku ini bukan mesin, yang bisa saja menghapus memori yang menjadi sampah baginya

Aku takkan mampu melupakanmu secepat ini.

Akhirnya yang bisa kulakukan hanyalah menangis dan mencoba memahami mu

Mungkin, hanya dengan begini kau bisa senang. Hanya dengan begini kau bisa bebas.

Kini, satu pintaku pada mu

Tolong tepati janjimu pada ku. Bila seandainya kau tak lagi bisa menjaga hatimu untukku, ku mohon pergi tinggalkan aku dengan cara yang paling menyakitkan

Agar aku bisa membencimu dan tak lagi berusaha mengenang mu

Terimakasih ya, untuk semuanya

Aku mungkin naif dan bodoh ya

Tapi, ya sudahlah

Aku kan coba menerimanya


Komentar